Sejarah

Pada tahun 1980, setelah 20 tahun berkarya di Menado Indonesia, Pastor Smout kembali ke negeri Belanda untuk menduduki jabatan di Den Haag. Beliau bertempat tinggal waktu itu di kloosternya MSC di jalan Nassauplein 28 di Den Haag.
Disini beliau tahu bahwa di Den Haag setiap hari Minggu diadakan perayaan Ekaristi dalam 11 macam bahasa untuk orang-orang asing yang beragama katholik, tetapi tidak ada dalam bahasa Indonesia. Setelah beliau bertemu dengan beberapa orang Indonesia yang beragama katholik dan beliau mengutarakan keinginan beliau untuk mengadakan perayaan Ekaristi dalam bahasa Indonesia, kemudian mereka menyusun rencana ini.
Perayaan Ekaristi akan bertempat di kapel MSC-klooster. Melalui kenalan yang bekerja sebagai wartawan di Haagse krant (surat kabar di Den Haag) artikel tentang rencana ini ditulis.

Pada hari Minggu tanggal 28 maret 1982 untuk pertama kalinya diadakan perayaan Ekaristi dalam bahasa Indonesia. Pada hari itu, hari kelahiran KKI Den Haag, peserta Ekaristi berjumlah kira-kira 20 orang, kemudian para peserta perayaan Ekaristi ini semakin banyak, dan setelah beberapa tahun jumlah anggota tetap dari KKI Den Haag meningkat sampai diatas 100 orang. Perayaan Ekaristi ini diadakan sekali sebulan, yaitu pada hari Minggu terakhir tiap bulan.

Atas anjuran dari Ibu Kadarisman pada pertengahan tahun 1984, perayaan Ekaristi diperbanyak menjadi dua kali per bulan, yaitu hari Minggu pertama dan ketiga tiap bulan. Pertama kali KKI Den Haag memakai buku Misa dari stensil ukuran A4, kemudian diganti dengan buku Misa yang diketik. Sekitar tahun 1990 dengan bantuan Bapak Sunarto buku Misa ini dicetak, sementara ini buku baru sudah beredar untuk semua KKI diseluruh Belanda, baik dalam bahasa Indonesia atau bahasa Belanda.

Pada awalnya kita tidak mempunyai buku nyanyian, karena belum datang dari Indonesia. Setelah buku itu datang kita benyanyi tanpa menggunakan musik, walaupun di kapel itu ada sebuah organ, tetapi tidak ada orang yang bisa menggunakannya.

Pada tahun 1984 kita mendapat bantuan dari Ariani Tjahjadi, dia bisa bermain organ, sehingga sejak waktu itu kita bernyanyi dengan diiringi musik. Kemudian pemain organ digantikan oleh saudara Robert Kam, karena saudari Ariani tidak punya kesempatan lagi untuk datang bermain, karena sekolahnya. Saudara Robert Kam waktu itu berusia 9 tahun dan dia adalah anak pertama yang dibaptis di KKI Den Haag ini, pada tanggal 25 Juli 1982. Sampai bulan Mei 2001, kira-kira ada 35 anak yang dibaptis di KKI Den Haag.

Pada awalnya setelah Misa kita biasanya berbincang-bincang sebentar. Kemudian ada keinginan untuk setelah Misa diadakan konsumsi seperti teh dan kopi sambil berbincang-bincang di ruangan yang telah disediakan. Setelah terbentuknya pengurus, KKI Den Haag diberi nama Una Sancta dan dibentuk beberapa seksi, yang diantaranya mengurus konsumsi dibawah pimpinan Ibu Broto. Timbul juga seksi rekreasi, dari seksi ini kita telah pergi antara lain: ke Passiespelen di Tegelaan, ke Dokkum, ke Apenheul di Apeldoorn dan masih banyak lagi. Dari tahun 1991 kita bepergian juga kedaerah di luar negeri Belanda seperti Roma, Israel dan Fatima. KKI Den Haag ikut bekerja untuk berdirinya SEK-BER dan BK-UKIN. Persiapan dan perencanaan dari SEK-BER dan BK-UKIN ini diadakan di KKI Den Haag yang waktu itu dipimpin oleh bapak Sonny Tjahjadi.

Pastor Smout ikut sebagai Komisi Penasehat dalam Bischopsconfrentie tentang masalah struktur dari pastorat untuk orang-orang asing yang tinggal di Negeri Belanda. Pada tahun 1993 struktur ini disahkan oleh Bischop di negeri Belanda dan KKI Den Haag mendapatkan status Paroki model 3, Pastor Smout diangkat sebagai pastor untuk Paroki Indonesia di daerah Rotterdam dan sekitarnya.

Sejak tahun 1987 kloster dari paters MSC di jalan Nassauplein dijual kepada Dekenaat di Den Haag. Untungnya kita masih diperbolehkan untuk setiap minggu tetap menggunakannya. Tetapi di tahun 2001 Kloster ini dijual lagi, dan setelah 19 tahun menggunakannya, kita harus mencari tempat lain untuk melaksanakan Misa. Setelah mencari beberapa waktu akhirnya kita mendapatkan tempat di kapel dari Bisdom Rotterdam di Eissenhowerlaan di Den Haag. Kapel ini mendapat nama Mater Ecclesiae; ibu dari Gereja, tetapi KKI Den Haag tetap menggunakan nama Una Sancta.

Jumlah umat KKI Den Haag semakin bertambah dan ruangan di Kapel di Eisenhowerlaan sudah tidak memadai lagi dan kebetulan KKI Den Haag mendapatkan gereja untuk melaksanakan misa rutinnya dua kali sebulan di Moerwijk.
Pada 4 Juni 2006 KKI Den Haag mulai melaksanakan aktivitasnya di Gereja “Onze Lieve Vrouw van het Allerheiligst Sacrament” yang berlokasi di Grovestinsstraat 42, Moerwijk Den Haag. Setelah hampir 2 tahun di Moerwijk, KKI Den Haag harus pindah gereja lagi karena gereja di Moerwijk terpaksa harus dijual dan bangunannya harus dirobohkan.

Lalu pada tanggal 20 Januari 2008 KKI Den Haag pindah ke Gereja “Emmaus” di Leyweg 930, Den Haag. Gereja di Leyweg ini baru selesai direnovasi, juga diperuntukkan bagi umat dari gereja di Moerwijk yang harus pindah ke lokasi sehubungan dengan hal diatas.

Pada tanggal 21 September 2008 Pastor P. Smout meninggal dunia dalam usianya yang ke-81 setelah berjuang keras melawan penyakit leukemianya selama 5 tahun.

Setelah 3 tahun di Leyweg, KKI Den Haag berniat untuk kembali ke gereja yang berlokasi di centrum Den Haag setelah sekian lama selalu berada di pinggiran Den Haag. Kebetulan KKI Den Haag menemukan lokasi gereja yang strategis dan hanya 10 menit jalan kaki dari Centraal Station Den Haag, serta bangunan dan tempat parkirnya yang memadai walaupun masih terlalu besar untuk misa rutin KKI Den Haag.
Setelah kontrak sewa dengan Gereja Emmaus selesai dan tidak diperpanjang lagi, maka KKI Den Haag sejak bulan Mei 2011 secara resmi pindah ke Gereja Paroki Internasional “Church of Our Saviour” yang berlokasi di Bezuidenhoutseweg 157, Den Haag.

Sampai saat ini KKI Den Haag menyewa dan menempati Gereja “Church of Our Saviour” dan pada tanggal 3 Juni 2012 KKI Den Haag merayakan ulang tahunnya yang ke-30 di gereja ini.
Sebelumnya di gereja ini KKI Den Haag juga sudah melaksanakan Perayaan Paskah Bersama KKI seluruh Nederland dan Belgia pada tanggal 5 April 2010.